Waktu Shalat Maghrib dalam Madzhab Syafi’i

0
13
Seorang sedang sujud dalam shalat

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Shalat maghrib adalah salah satu dari 5 shalat maktubah yang wajib dikerjakan. Waktu pelaksanaan semua shalat dalam madzhab syafi’i tidak ada perbedaan kecuali dalam waktu shalat maghrib.

Sebagai pengikut Imam Syafi’i, dikenal dua jenis produk hukum yang diambil dari pendapat Imam Syafi’i. Pertama, adalah Qaul Qadim yang diluncurkan ketika beliau di Iraq. Sedangkan versi update bernama Qaul Jadid, produk hukum ini diluncurkan di Mesir.

Ilmu Fiqh madzhab Syafi’i bisa dipelajari dalam beberapa Kitab karangan ulama pengikut beliau. Beberapa yang terkenal adalah Al Umm, Minhaj, Syarah Muhadzdzab, matan Abu Syuja’, Fathul Qarib, Tadzhib, Fathul Mu’in, Sulam Safinah, Kasyifatus saja, Fiqh Syafi’i dan lain-lain.

Ada pendapat Imam Syafi’i yang berubah sebelumnya dalam Qaul Qadim berbeda dengan Qaul Jadid. Yaitu dalam masalah waktu shalat Maghrib. Perbedaan tersebut bisa ditemukan dalam dua kitab ringkas seperti matan Abu Syuja’ dan Sulam Safinah.

Matan Abu Syuja’ mengatakan bahwa Waktu maghrib cuma sebentar pada saat matahari tenggelam, berbeda dengan Safinatun Naja, Kitab tersebut menyatakan bahwa waktu maghrib dari matahari terbenam sampai hilangnya mega merah. Namun, dalam syarah Safinatus Saja yang ditulis oleh Imam Nawawi Al Bantani disebutkan pula mengenai pendapat yang mempertahankan Qaul Jadid Imam Syafi’i.

KH. Bashori Alwi dalam Kitab Hukum Islam mengatakan bahwa yang disampaikan dalam matan Abu Syuja’ adalah Qaul Jadid Imam Syafi’i. Kemudian menjelaskan bahwa Imam Nawawi lebih condong menguatkan Qaul Qadim dalam pendapat waktu Shalat Maghrib.

LEAVE A REPLY