Distribusi Zakat di Masjid Aswaja selama ini

0
5
  • Panitia Zakat yang dibentuk diambil dari golongan mustahik (sumber dari Ta’mir sebelumnya) menghindari ikhtilaf perihal status panitia zakat sebagai amil (yg sekarang disebut amil syar’i). meskipun ada Ulama mutaakhirin yg melonggarkan seperti dikutip dalam buku Prof. Quraish Shihab yg berjudul Membumikan Al-Qur’an. Sedangkan, UU pengelolaan zakat munculnya tahun 2011 yg terus direvisi hingga tahun 2019. Undang undang ini pun ada 13 pihak (lembaga maupun perorangan) yg memohon uji materi yg sebagiannya dikabulkan dan selebihnya ditolak oleh MK pada tahun 2012
  • Panitia zakat tidak mengambil zakat ke muzakki melainkan muzakki yg menyerahkan ke panitia
  • Panitia zakat tidak menjual hasil zakat melainkan mustahik
  • Panitia zakat menerima dan menyalurkan

Untuk ukuran minimal 2,5 kg Masjid Aswaja tetap menerimanya begitu juga yang melebihi dan menambahi dengan Shadaqah Uang .

  • Matan Abu Syuja –> 1 sha’ = 5 1/3 Rithl Baghdad (ukuran volume)
  • Fiqh Islam Wahbah az Zuhaili –> 1 sha’ = 5 1/3 ritl Baghdad (ukuran volume)
  • Fiqh Zakat Syeikh Qaradhawi –> 1 sha’ –> mengkonversikannya dg satuan volume Mesir
  • Fiqh Sulaiman Rasyid –> 1 sha’ = 3,1 Liter (ukuran volume)
  • Terjemah Matan Abu Syuja (KH Bashori Alwi) –> 1 sha’ konversi ke 2,4 kg dibulatkan ke 2,5 kg

Sedangkan perihal Shadaqah untuk yatim piatu dhuafa. Masjid Aswaja hati hati agar tidak menabrak peraturan tentang dana sosial

  • Tidak menyediakan kotak amal di luar Masjid karena wajib ada izin
  • Penggunaan kata ‘Shadaqah’

LEAVE A REPLY