Iman

0
32

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Saudara pemirsa kita, akan melihat sedikit, Apa yang dinamai iman.

Iman, seakar dengan kata, aman, dan amanah. Memang, iman ,menghasilkan rasa aman, dan, tidak beriman seseorang, yang tidak, menunaikan, amanahnya.

Tiga hal ini, walau berbeda, tetapi dia, saling, kait berkait.

Hakikat iman, sulit dilukiskan, namun, bisa dikatakan, bahwa, iman adalah, pembenaran hati, terhadap, apa yang didengar oleh telinga.

Kita garis bawahi, pembenaran hati, bukan, pembenaran akal, karena itu bisa jadi, ada orang, yang mengetahui banyak, tentang, objek objek yang harus diimani, tetapi imannya, lemah. Dan bisa juga sebaliknya, ada orang, tidak banyak tahu, tetapi imannya, kukuh.

Memang, kata para pakar, anda harus percaya, bukan karena anda tahu, tapi justru, karena anda, tidak tahu.

Sodara, apa, yang anda dengar, tidak keluar, dari, tiga kemunngkinan.

Yang Pertama, yang anda dengar itu, dapat dimengerti dan dibenarkan oleh akal. Bisa juga, yang anda dengar itu, tidak dimengerti, sekaligus, tidak dapat diterima, oleh akal. Dan ada lagi, yang anda tidak mengerti, tetapi, bisa jadi, diterima, oleh akal anda.

Ada yang dinamai, irasional, dan ada juga, yang dinamai ,suprarasional

Iman adalah pembenaran hati, tetapi, dia harus merupakan pembenaran yang cerdas. Jangan, mempercayai segala sesuatu, yang tidak cerdas.

Iman, adalah kecerdasan emosi, kecerdasan hati. Tanpa kecerdasan. Iman anda lumpuh. Dan tanpa kecerdasan itu tidak wajar untuk dinamai iman.

Iman adalah gabungan dari rasa harap dan cemas. Karena itu sementara pakar berkata iman dapat dilukiskan dengan seorang yang sedang mendayung perahu.

Sodara sementara pakar menggambarkan hakikat iman dengan satu perumpamaan yakni seperti seorang yang sedang mendayung di tengah lautan  lepas. Di sekelilingnya ombak berhempas ke kiri dan ke kanan. Ketika itu dia diliputi oleh rasa cemas namun dalam saat yang sama, dia melihat di kejauhan pulau harapan. Iman adalah gabungan antara rasa cemas dan harap. Cemas ditimpa oleh gelombang yang membahana itu tapi dalam saat yang sama ada harapan untuk sampai ke pulau idaman.

Kita beriman adalah gabungan dari dua hal tersebut. Ada tanda tanya di dalam hati, nah, tanda tanya itu, jika kita mengasah dan mengasuh iman kita akan sampai pada tingkat kesempurnaan iman. Dan kesempurnaan iman itu itulah yang dinamai yakin. Yakin pun masih dapat ditingkatkan, dari, ilmul yaqin, ke ainul yaqin, ke haqqul yaqin.

Ketika seseorang yang belum pernah mengunjungi suatu kota, ditanya kenalkah anda kita Mekkah. Bila ia belum pernah berkunjung tapi dia akan berkata saya yakin adanya. Tetapi orang yang pernah berkunjung ke sana, saya yakin, keyakinannya lebih tinggi dari pada tingkat orang yang sekedar mendengar beritanya. Dia melihatnya ketika itu keykinannya dinamai ainul yaqin, dan apabila dia pernah tinggal lama atau berkali kali berada di sana maka ketika itu keyakinannya dinamai haqqul yakin.

Nah dalam bulan puasa ini kita dianjurkan untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan kita peningkatannya adalah dengan menambah pengetahuan menambah wawasan melakukan kegiatan kegiatan yang menjadikan kita lebih berhubungan lagi dengan Allah SWT dan dengan demikian. Iman bertambah ketaqwaan meningkat dan kita akan sampai pada tingkat yang diharapkan yaitu Haqqul yakin.

Sodara itu sekelumit makna iman, dan itulah yang kita harapkan dapat kita capai dalam kehidupan kita masa kini hingga bertemu dengan Allah SWT.



SHARE
Previous articleCheb Mami – Desert Rose
Next articleLove And Monster
Praktisi multimedia yang melayani pembuatan website, motion graphic, editing video, shooting, dan fotografi

LEAVE A REPLY