9 Langkah luncurkan e-learning

0
20

Menurut iSpring, implementasi e-learning akan membuthkan pembiayaan, desain, dan kerja tim. Persiapan penuh dapat berlangsung dari satu minggu hingga satu tahun, tergantung pada skala proyek. Di sini, iSpring telah menyoroti 9 langkah untuk peta jalan membangun e-learning:

1. Menentukan Tujuan

Pikirkan mengapa anda ingin meluncurkan e-learning dan apa yang akan membantu mencapainya. Semakin besar tujuannya, semakin rumit strategi implementasinya. Misalnya, jika ingin melatih tim penjualan baru, anda da[at mengikuti kursus produk dan pelatihan soft skill. Namun, jka ingin meningkatkan level kualifikasi keseluruhan di seluruh perusahaan anda, anda perlu menyiapkan program pembelajaran individu untuk setiap tim.

2. Pilih alat pembuatan e-learning

Jika anda memiliki proyek jangka pendek atau ingin mengimplementasikan sesuatu yang sederhana, seperti pengiriman surat, anda tidak benar-benar membutuhkan alat yang rumit. Namun, jika anda ingin menciptakan lingkungan belajar yang berkembang, anda perlu mempertimbangkan untuk meneliti perangkat lunak e-learning: LMS dan Authoring tool.

Authoring tool memungkinkan anda membuat konten e-learning, seperti Video Course, interaksi, quiz, dan lainnya. Dalam beberapa kasus, authoring tool sifatnya hanya opsi karena anda dapat membeli konten e-learning yang sudah ada, misalnya, materi umum seperti keselamatan di tempat kerja. Namun, jika anda akan mengajarkan sesuatu yang spesifik, anda harus menyiapkan konten yang dipesan lebih dahulu.

3. Siapkan Rencana

Tulisakan rencana secara bertahap dan alokasikan anggarannya: pilih LMS, buat tim khusus untuk mengelola sistem (admin, bisnis trainer), dan putuskan apakah anda akan membeli konten pembelajaran atau mengembangkannya sendiri.

4. Buat Konten

Setelah menyiapkan, mulailah mengembangkan materi e-learning. Awali dengan hal yang yang sederhana, tidak perlu dengan sesuatu yang rumit.

5. Siapkan LMS

Setelah konten e-learning selesei dibuat, unggah ke LMS dan aturlah: tambahkan folder, gabungkan materi ke jalur pembelajaran, dan sebagainya. Pastikan semua materi berjalan dan laporkan kemajuan dengan benar.

6. Lakukan uji coba

Ketika sistem telah siap, undang karyawan untuk menjalankan uji coba. Tujuannya adalah untuk memantau semuanya dan mendapatkan umpan balik (feedback), sehingga anda dapat memperbaiki program sebelum peluncuran resmi.

7. Buat pengumuman peluncuran

Karyawan anda perlu tahu tentang solusi pembelajaran baru perusahaan.

8. Memulai training

Undang karyawan ke LMS dan berikan kursus. Ini adalah awal dari proses pelatihan. Setelah karyawan anda masuk, mereka harus melihat materi yang ditugaskan dan mulai melihatnya.

9. Perkirakan efisiensi

Untuk menilai keberhasilan e-learning, gunakan statistik bawaan dan kumpulkan balik karyawan.

Kesimpulan

Perlahan tapi pasti, e-learning menjadi standar baru dalam pendidikan. Para peneliti dari Universitas Oregon membuktikan bahwa pembelajaran digital lebih efektif daripada metode pendidikan tradisional. 2.303 siswa mulai menggunakan 4 unit online dengan video, game, dan tes interaktif. Dalam tiga tahun, nilai rata-rata mereka meningkat 15%. Dalam kelompok yang hanya menggunakan buku cetak, hasilnya hanya 5%.

Namun, pembelajaran digital masih jauh dari siap untuk menggantikan pendidikan tradisional. Ini akan membutuhkan perubahan terobosan sebagaimana kita tak siap menghapus interaksi manusia dengan gambar. Saat ini, e-learning adalah alternatif yang lebih nyaman dalam banyak kasus, seperti pelatihan karyawan, dan dengan pengembangan teknologi baru, e-learning akan mendapatkan lebih banyak landasan.

LEAVE A REPLY