Dua Adzan Jum’at dalam Kitab Fathul Mu’in

0
37

وَاَذَانَانِ لِلْجُمْعَةِ، اَحَدُهُمَا بَعْدَ صُعُوْدِ الخَطِيْبِ عَلَى الْمِنْبَرِ والْآخَرُ قَبْلَهُ

(Sunnah) adzan dua kali untuk shalat jum’at, pertama setelah khotib naik ke mimbar, sedangkan yang lainnya sebelum itu.

اِنَّمَا اَحْدَثُهُ عُثْمَانَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ لَمَّا كَثُرَ النَّاسُ فَاسْتِحْبَابُهُ عِنْدَ الْحَاجَةِ كَأَنْتَوَقَّفَ حُضُوْرُهُمْ عَلَيْهِ وَ اِلَّا لَكَانَ الْاِقْتِصَارُ عَلَى الْاِتِّبَاعِ اَفْضَلُ

Hanya saja adzan dua kali untuk shalat Jum’at itu, yang pertama kali melaksanakan adalah sahabat Utsman bin Affan ra, setelah kaum muslim bertambah banyak. Dengan begitu, kesunnahan dua kali adzan tersebut jika memang dibutuhkannya, sebagaimana kehadiran mereka bergantung adanya adzan itu. Kalau tidak demikian, maka yang lebih utama adalah melakukan adzan sekali saja sebagai ittiba’ kepada Rasul (yaitu ketika Khotib berada di atas mimbar).

LEAVE A REPLY